Embrio Asuransi Syariah - Sejarah Perlindungan Insan Dalam Islam



Definisi AttaÂ’min Dari Segi Bahasa


Dalam bahasa Arab, Asuransi disebut AttaÂ’min ( التأمين ) yang berasal dari kata ( أمن ) yang memiliki arti memberi perlindungan, ketenangan, rasa aman dan bebas dari rasa takut, sebagaimana firman Allah SWT :
‘Dialah Allah yang mengamankan mereka dari ketakutan.’
Dari kata ( أمن ) diatas yang merupakan kata dasar ( التأمين ), muncul kata-kata lain yang secara artinya memiliki kemiripan, yaitu :
  1. ( الأَمَنَةُ مِنَ الْخَوْفِ ) aman dari rasa takut. 
  2. ( الأَمَانَةُ ضِدُّ الْخِيَانَةِ ) amanah lawan kata dari khianat.
  3. ( اْلإِيْمَانُ ضِدُّ الْكُفْرِ ) iman lawan dari kekufuran. 
  4. ( إِعْطَاءُ اْلأَمَنَةَ/ اْلأَمْنَ ) memberi rasa aman.
Arti yang terakhir yang paling dekat untuk menerjemahkan istilah attaÂ’min, yaitu : MentaÂ’minkan sesuatu, artinya seseorang membayar/ menyerahkan uang cicilan agar ia atau ahli warisnya mendapatkan sejumlah uang sebagaimana yang telah disepakati, atau untuk mendapatkan ganti terhadap hartanya yang hilang.

Asuransi Syariah (TaÂ’min, Takaful atau Tadhamun) adalah usaha saling melindungi dan tolong menolong diantara sejumlah orang/ pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan/ atau tabarruÂ’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah.
Akad yang sesuai dengan syariah adalah yang tidak mengandung gharar (penipuan), maysir (perjudian), riba, dzulm (penganiayaan), risywah (suap), barang haram dan maksiat.
(Menurut Dewan Syariah Nasional MUI, dalam Fatwa DSN No. 21/ DSN-MUI/IX/2001)

Mencari Alternatif Asuransi Islami

Pada hakekatnya manusia merupakan keluarga besar kemanusiaan. Untuk dapat meraih kehidupan bersama, manusia harus saling tolong menolong dan saling menanggung antara yang satu dengan yang lain.
Sistem At-Takaful, yaitu saling menanggung antara sesama manusia, merupakan dasar pijakan bagi kegiatan manusia bagi kegiatan menusia sebagai makhluk sosial.

Dengan dasar pijakan ‘takaful’ dalam berasuransi, akan terwujud hubungan yang Islami diantara para pesertanya yang bersepakat untuk menanggung bersama atas risiko yang diakibatkan musibah, seperti kebakaran atau lainnya.

Semangat bertakaful menekankan pada kepentingan bersama atas dasar rasa persaudaraan diantara para peserta. Sifat mengutamakan kepertingan pribadi atau dorongan mendapatkan keuntungan semata-mata, dihilangkan seminimal mungkin dalam asuransi syariah.
Berasuransi Syariah Mengamalkan Hadits Ukhuwah

Dalam sebuah riwayat digambarkan:

عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى (رواه مسلم)

“Dari Nu’man bin Basyir ra, Rasulullah SAW bersabda, Perumpamaan persaudaraan kaum muslimin dalam cinta dan kasih sayang diantara mereka adalah seumpama satu tubuh. Bilamana salah satu bagian tubuh merasakan sakit, maka akan dirasakan oleh bagian tubuh yang lainnya, seperti ketika tidak bisa tidur atau ketika demam.” (HR. Muslim)

Hadits ini menggambarkan tentang adanya saling tolong menolong dalam masyarakat Islami. Dimana digambarkan keadaannya seperti satu tubuh; jika ada satu anggota masyarakat yang sakit, maka yang lain ikut merasakannya. Minimal dengan menjenguknya, atau bahkan memberikan bantuan. Dan terkadang bantuan yang diterima, jumlahnya melebihi biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan. Sehingga terjadilah surplus, yang minimal dapat mengurangi beban penderitaan orang yang terkena musibah. Hadits ini menjadi dasar filosofi tegaknya sistem Asuransi Syariah.

Rikza Maulan Lc MA
Sekretaris Dewan Pengawas Syariah

Tips Memilih Produk Asuransi Secara Bijak


 
  1. Memahami diri pemegang atau pembeli asuransi

    Pemegang atau pembeli asuransi harus tahu benar dan jelas mengenai kebutuhan asuransi. Pilih sesuai kebutuhan harus menjadi prioritas.

  2. Mencari asuransi yang diinginkan dan ditawarkan perusahaan asuransi

    Perusahaan asuransi banyak menawarkan produknya dan sangat bervariasi. Pembeli harus membaca dengan teliti produk asuransi yang ditawarkan tersebut. Bila perlu pembeli bisa berkonsultasi dengan teman atau ahli asuransi.
  3. Memperhitungkan kemampuan atas asuransi yang akan dibeli

    Bila pembeli ingin hanya asuransi, premi tersebut merupakan biaya, bukan investasi. Tahun berikutnya pembeli harus membayar premi lagi. Jangan memaksakan diri kalau tidak mampu untuk asuransi tersebut.
  4. Mencocokan produk asuransi dengan kemampuan dana

    Ini merupakan proses mengambil keputusan untuk memilih produk asuransi yang akan dibeli. Lebih baik bila produk asuransi yang diinginkan ada beberapa, dan ditawarkan oleh beberapa perusahaan, sehingga pembeli memiliki pilihan.
  5. Membahas isian produk asuransi dari perusahan asuransi terpilih seusai kemampuan dana

    Pembahasan ini penting karena brosur yang diberikan untuk dibaca sering kali diabaikan dan pembeli kurang teliti. Brosur dan informasi agen asuransi sebaiknya didiskusikan dengan pihak yang mengerti hukum supaya pilihan lebih terjamin.
  6. Memilih perusahaan asuransi

    Pembeli harus hati-hati agar tidak salah pilih. Pembeli harus mengetahui riwayat perusahaan. Status kepemilikan perusahaan kadang menjadi faktor pemilihan, tetapi bukan faktor utama.
  7. Menandatangani perjanjian asuransi

    Tahap ini perlu diperhatikan secara saksama apakah isi perjanjian sesuai dengan     keinginan pembeli.


Kompas, Kamis, 25 Oktober 2007
ADLER HAYMANS MANURUNG
Praktisi Keuangan

Resiko apa saja yang dapat diasuransikan


Tidak semua risiko yang dihadapi manusia dapat diasuransikan. ada syarat atau elemen yang harus ada di dalam suatu risiko agar dapat diasuransikan atau dialihkan kepada perusahaan asuransi melalui proses Perjanjian Asuransi.
 
  1. Risiko tersebut harus bersifat homogen atau ada dalam jumlah ang cukup banyak (Homogeneous Similarly).Contoh: Bangunan yang terancam kebakaran, jumlahnya cukup banyak, begitujuga mobil yang terancam bahaya kecelakaan atau pencurian. Lukisan asli Monalisa, sulit diasuransikan karena jumlahnya hanya 1 (satu) sehingga padanan untuk menjadi tolok ukur nilai/harganya tidak ada. 
  2. Bentuk risikonya harus Risiko Mumi (Pure Risk). 
  3. Selain berbentuk risiko murni, juga harus merupakan risiko khusus atau Particular. 
  4. Kerugian atau kerusakan yang diakibatkannya terjadi dari suatu peristiwa yang bersifat kebetulan (Fortuitous) dan merupakan suatu hal yang bisa terjadi, bisa juga tidak terjadi. 
  5. Risikonya bukan suatu hal yang bertentangan dengan kebijaksanaan umum atau kebijaksanaan Pemerintah (Not Against Public Policy). Misal : Risiko terkena denda tilang karena melanggar peraturan lalu lintas, tidak dapat diasuransikan. 
  6. Obyek risiko dan dampak kerugian yang mungkin timbul, harus dapat diukur atau dinilai dengan uang (Financial Value). 
  7. Mereka yang akan mengalihkan risiko tersebut kepada perusahaan asuransi atau akan mengasuransikan, harus mempunyai Insurable Interest atau kepentingan yang melekat pada obyek pertanggungan asuransi atau obyek risiko yang sah dilindungi hukum. 
  8. Atas pengalihan risiko tersebut haras dapat ditetapkan jumlah premi asuransi yang wajar (Reasonable Premium).

Dengan mengetahui gambaran tentang risiko termasuk mengetahui Perils dan Hazards, akan lebih mudah mengetahui dan mempelajari asuransi.

Risiko akan selalu dihadapi manusia, siapa saja, dimana saja dan kapan saja, manusia yang menghadapi risiko dapat mengalihkan risiko-risiko yang memenuhi syarat kepada perusahaan asuransi dengan membeli proteksi asuransi. Dengan demikian istilah “Risk is the very center of Insurance and the very center of life” mengandung kebenaran aktual.

sumber : 19 Januari 2010 by media.asuransi

Perusahaan Asuransi Pemenang Insurance Award 2011



Media Asuransi kembali menyelenggarakan acara pemberian penghargaan kepada perusahaan asuransi terbaik 'Insurance Award 2011'. Penghargaan ini sudah digelar semenjak tahun 2007.

Dalam acara yang kelima ini, ada 26 perusahaan yang masuk kategori Best Insurance pada tahun ini.  Dari jumlah itu ada 12 perusahaan asuransi umum, 11 perusahaan  asuransi jiwa, dan empat perusahaan reasuransi.

Penilaian berdasarkan kinerja keuangan yang dibukukan oleh perusahaan asuransi pada tahun 2010. Berbeda dengan tahun lalu, pada tahun ini Media Asuransi hanya memberikan penghargaan untuk perusahaan asuransi yang masuk kategori Best Insurance.

"Acara ini untuk meningkatkan kualitas perusahaan asuransi dan reasuransi. Kami mengucapkan selamat kepada perusahaan asuransi dan reasuransi yang mendapat penghargaan dalam insurance award 2011," kata Ketua Dewan Juri Insurance Award 2011, Nanan Ginanjar di Jakarta, Selasa, 14 Juni 2011.

Perusahaan asuransi umum yang menyabet predikat best insurance kali ini adalah PT Asuransi Adira Dinamika, PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi Astra Buana, PT Lippo General Insurance Tbk, PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk, PT Asuransi Jaya Proteksi, PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk, PT Asuransi Raksa Pratikara, PT Asuransi Dayin Mitra Tbk, PT Asuransi Umum Videi, PT Asuransi Artarindo, dan PT LIG Insurance Indonesia.

Sebelas perusahaan asuransi jiwa yang memperoleh predikat Best Insurance Award 2011 adalah PT Asuransi Jiwa Sinarmas, PT Prudential Life Assurance, PT Asuransi Allianz Life Indonesia, PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia, PT AXA Mandiri Financial Servises, PT Commonwealth Life, PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha, PT AXA Financial Indonesia, PT BNI Life Insurance, PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri, dan PT Heksa Eka Life Insurance.

Sementara itu, tiga perusahaan reasuransi yang mendapat predikat best reinsurance adalah PT Tugu Reasuransi Indonesia, PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk, dan PT Reasuransi Internasional Indonesia.

Malam Penganugerahan Insurance Award 2011 oleh Media Asuransi digelar di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa, 14 Juni 2011, dengan dewan juri Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Firdaus Djaelani, Ketua Umum Asosiasi Broker Asuransi dan Reasuransi Indonesia (ABAI) Nanan Ginanjar, Direktur Utama PT Jamsostek (Persero) Hotbonar Sinaga, EVP PT Tugu Pratama Indonesia Edison Idrus, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Kornelius Simanjuntak, Mantan Direktur Utama PT Jasa Raharja Darwin Noor, dan Ketua Umum Asosiasi Penilai Kerugian Asuransi Indonesia (APKAI) Budi S Maharesi.

Daftar Pemenang Asuransi Terbaik 2011 (Best Insurance 2011) berdasarkan kinerja keuangan tahun 2010:

Best Life Insurance 2011 (Kelompok Ekuitas Kurang dari Rp100 miliar)
1    PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri
2    PT Heksa Eka Life Insurance

Best General Insurance 2011 (Kelompok Ekuitas Kurang dari Rp100 miliar)
1    PT Asuransi Umum Videi
2    PT Asuransi Artarindo
3    PT LIG Insurance Indonesia

Best Life Insurance 2011 (Kelompok Ekuitas Rp100-250 miliar)
1    PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha
2    PT AXA Financial Indonesia
3    PT BNI Life Insurance

Best General Insurance 2011 (Kelompok Ekuitas Rp100-250 miliar)
1    PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk.
2    PT Asuransi Raksa Pratikara
3    PT Asuransi Dayin Mitra Tbk.

Best Life Insurance 2011 (Kelompok Ekuitas Rp250-750 miliar)
1    PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia
2    PT AXA Mandiri Financial Services
3    PT Commonwealth Life

Best General Insurance 2011 (Kelompok Ekuitas Rp250-750 miliar)
1    PT Lippo General Insurance Tbk.
2    PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk.
3    PT Asuransi Jaya Proteksi

Best Life Insurance 2011 (Kelompok Ekuitas Rp 750 Miliar ke Atas)
1    PT Asuransi Jiwa Sinarmas
2    PT Prudential Life Assurance
3    PT Asuransi Allianz Life Indonesia

Best General Insurance 2011 (Kelompok Ekuitas Rp 750 Miliar ke Atas)
1    PT Asuransi Adira Dinamika
2    PT Asuransi Sinar Mas
3    PT Asuransi Astra Buana

Best ReInsurance 2011
1    PT Tugu Reasuransi Indonesia
2    PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk.
3    PT Reasuransi Internasional Indonesia

Sumber : Vivanews Selasa, 14 Juni 2011

APA ITU PERENCANAAN KEUANGAN KELUARGA?


Tulisan ini mengutip dari link facebook Ibu Rina Dewi Lina, seorang Perencana Keuangan.


Bagi Anda yang sudah berkeluarga, tentunya sebagian besar sudah melakukan perencanaan keuangan (PK) keluarga . Seperti yang pernah saya dengar jawaban dari seorang teman, ketika dia mengetahui profesi saya sebagai perencana keuangan (PK_, dia langsung nyeletuk, “ah istriku sudah melakukan PK dari sejak kami menikah”. Lalu mengapa masih banyak orang kesulitan keuangan setiap bulannya, besar pasak dari pada tiang, terjerat hutang, bahkan tidak memiliki dana untuk berobat. 

Kesulitan lainnya ketika  anak-anaknya akan memasuki sekolah, sering kali orang tua tidak mempunyai dana yang cukup dan mengambil jalan pintas dengan meminjam uang. Mengapa masih banyak sekali di Negara kita tercinta ini, orang yang pensiun mengalami ‘post power syndrome” karena hilangnya kekuasaan, dan terutama karena penghasilannya menurun drastis atau tidak mempunyai penghasilan sama sekali, dan kehidupan masa pensiunnya mengandalkan pemberian dari anak-anak. Sedangkan bagi bujangan yang sudah bekerja, masih sangat banyak yang sering kekurangan uang setiap bulannya. Walaupun memiliki penghasilan yang baik dan belum mempunyai tanggung jawab terhadap istri dan anak.

Semua ini dikarenakan setiap orang ataupun keluarga, sudah atau belum melakukan PK yang tepat dan melakukan PK ala sendiri. Masih melakukan PK tanpa membuat skala prioritas, tanpa melihat kondisi keuangan saat ini  tanpa memperhitungkan inflasi, bahkan tanpa tujuan yang jelas. 

Sebagai contoh : biaya sekolah masuk Perguruan Tinggi (PT) saat ini Rp. 30.000.000,-, 18 tahun lagi dengan asumsi inflasi sebesar 10% atau kenaikan setiiap tahunnya 10%, biaya masuk PT adalah Rp. 165.000.000,-. Jika kenaikan setiap tahunnya 15% maka biaya masuk akan menjadi Rp. 317.000.000,-. Dengan cara biasa maka harus menabung sebesar Rp. 770.000,- atau Rp. 1.700.000,-. Sedangkan dengan melakukan PK yang terarah dan menggunakan investasi yang tepat, setiap bulan yang harus disisihkan adalah Rp. 80.000,- atau Rp. 176.000,-. Perlu pengetahuan lebih banyak untuk jenis-jenis paper asset yang dapat membantu kita mencapai tujuan keuangan secara maksimal.

Ini baru saja satu tujuan keuangan dalam sebuah keluarga, bagaimana dengan tujuan lainnya? Dana pensiun, dana kesehatan, dana liburan, dana ibadah, membeli rumah, membeli mobil, membeli Villa atau asset lainnya. Yang membedakan melakukan PK ala sendiri, dengan PK yang dilakukan oleh Perencana Keuangan karena bila melakukannya sendiri, biasanya tidak menentukan tujuannya secara spesifik dan tidak melakukannnya secara terencana dengan menggunakan instrument investasi yang lebih tepat

Agar lebih terarah, mari kita melihat langkah-langkah awal dalam melakukan PK sebuah keluarga, menikah ataupun belum menikah. 

Langkah-langkah  yang harus dipenuhi adalah : 
  1. Basic needs (Kebutuhan dasar). Sandang pangan, dana pendidikan, termasuk biaya transportasi dalam konteks seseorang yang produktif, atau menghasilkan sejumlah uang dalam sebuah periode. Dalam era masa kini, dana pendidikan menjadi kebutuhan dasar. Pada langkah pertama ini, kita wajib membuat catatan penerimaan dan pengeluaran 
  2. Risk Management ( mengelola resiko). Bagaimana melindungi asset dan menlindungi Nilai Ekonomi seseorang dari berbagai resiko sakit, ataupun karena kondisi lain, seperti bencana alam, kebakaran maupun kecelakaan. Dalam hal ini saat ini yang bisa membantu dalam PK adalah asuransi.
  3. Paper Asset ( aset kertas), kedengarannya agak janggal ditelinga dengan istilah aset kertas. Tetapi inilah yang sebenarnya dapat membantu kita dalam mengumpulkan aset sedikit-demi sedikit. Perencanaan dana pensiun lebih banyak menggunakan cara ini dan merupakan kendaraan kita dalam mencapai tujuan keuangan. Aset kertas adalah tabungan, deposito, obligasi, reksadana, saham, asuransi. 
  4. Hard Asset (property), Nah inilah yang sering menjadi tujuan utama sebuah keluarga tanpa mempertimbangkan poin 2 dan 3, sehingga seringkali tujuan ini menjadi boomerang dari pada sebuah keluarga, karena tidak direncanakan dengan baik dan akhirnya terjerat hutang.
  5. Estate Planning. Tentang harta waris, pajak, dan perencanaan pensiun.

Melakukan perencanaan keuangan memerlukan pengetahuan lebih banyak. Mengikuti seminar dan kelas tambahan sangatlah penting. Perencana keuangan (Financial Planner) mengejar ilmu sampai kenegeri orang. Beberapa tahun terakhir ini di Indonesia, khususnya di Jakarta telah lahir pendidikan perencanaan keuangan, dan saat ini pendidikan tersebut telah hadir di kota Anda. RDL consulting penyelenggara kelas Registered Financial Planner, Workshop Perencanaan Keuangan

Tulisan Di Medan Bisnis 3 Mei 2010

Langkah-langkah Mengantisipasi Resiko


Risiko adalah segala hal yang bisa terjadi pada diri manusia yang tidak diinginkan untuk terjadi. Setiap manusia memiliki risiko atas apa pun yang dia lakukan. Selain itu, hidup manusia sendiri juga mengandung banyak risiko.

Ada beberapa risiko yang bisa dihindari, dan ada beberapa risiko yang tidak bisa dihindari. Contoh dari risiko yang bisa dihindari adalah risiko kecelakaan atau risiko kecurian. Sedangkan contoh dari risiko yang tidak bisa dihindari adalah risiko kematian.

Efek dari risiko sering kali menimbulkan kerugian yang cukup besar. Entah kerugian dari sisi psikologis, maupun kerugian dari sisi keuangan. Kalau rumah Anda mengalami musibah kebakaran, maka Anda akan mengalami kerugian keuangan yang besarnya setara dengan nilai rumah Anda pada saat kebakaran itu terjadi. Karena itu, penting sekali bagi Anda untuk mengantisipasi setiap risiko yang mungkin terjadi pada diri Anda.


TAK MESTI ASURANSI

Mendengar kata antisipasi risiko, pikiran Anda mungkin langsung terbawa ke istilah "asuransi". Dalam ilmu perencanaan keuangan, maksud dari asuransi adalah untuk melindungi (memproteksi) Anda dari kerugian keuangan yang mungkin timbul dari terjadinya suatu risiko. Sebagai contoh, Anda mungkin tidak bisa menghindar dari risiko kecelakaan pada diri Anda, tetapi Anda bisa memproteksi diri Anda dari kerugian keuangan yang mungkin timbul dari terjadinya kecelakaan tersebut.

Apakah semua risiko yang bisa terjadi pada Anda perlu diasuransikan? Jawabnya tidak. Sebagai contoh, sepatu yang sering Anda pakai punya kemungkinan untuk hilang dicuri. Tapi apa iya Anda akan mengasuransikan sepatu Anda? Besar kemungkinan tidak. Kenapa? Ini karena apabila sepatu Anda hilang, jumlah kerugian Anda mungkin tidak seberapa.

Lain halnya bila rumah Anda mengalami kebakaran, maka kerugian keuangan yang mungkin timbul bisa besar sekali. Itu sebabnya, Anda perlu mengambil asuransi kebakaran untuk rumah Anda.

Pilihan untuk mengantisipasi risiko-risiko tersebut, disebut dengan Manajemen Risiko. Untuk mudahnya, saya sebut saja ini sebagai antisipasi risiko. Dalam tulisan kali ini, saya akan menunjukkan bagaimana Anda bisa mengantisipasi risiko-risiko yang bisa terjadi pada diri Anda.


BERBAGAI PILIHAN

Kerugian keuangan bisa terjadi bila Anda mengalami kematian, kecelakaan, sakit, atau bila barang milik Anda hilang atau rusak. Kadang-kadang, kerugian keuangan juga bisa terjadi bila Anda mengalami tuntutan hukum dari pihak ketiga, semisal saat Anda menabrak orang lain hingga terluka dan Anda diharuskan untuk mengganti semua biaya pengobatannya.

Sekarang, pilihan-pilihan apa saja yang tersedia bagi Anda untuk mengantisipasi risiko? Kita anggap saja Anda diharuskan oleh bos Anda (atau siapa saja) untuk membawa sebuah paket dengan memakai kendaraan, dari kota A ke kota B. Namun demikian, keadaan jalanan yang ramai membuat Anda terancam mengalami risiko kecelakaan. Karena itu, ada sejumlah pilihan bagi Anda untuk mengantisipasi risiko tersebut:

  1. Menghindari Risiko.
    Anda bisa menghindar dari risiko kecelakaan tersebut. Caranya, jangan menyetir. Tetapi konsekuensinya, paket Anda tidak akan terkirim.
  2. Menghadapi Risiko.
    Anda bisa menyetir dan membawa paket tersebut seperti biasa tanpa perlu berhati-hati, dan Anda menerima konsekuensinya apabila risiko kecelakaan tersebut benar terjadi
  3. Mengurangi Risiko.
    Anda menyetir dan membawa paket tersebut, tetapi berhati-hati dalam menyetir. Dengan demikian, risiko kecelakaan dapat dikurangi.
  4. Membagi Risiko.
    Paket yang harus Anda bawa dibagi dua dengan teman Anda. Dia membawa sebagian paket tersebut dalam kendaraan yang berbeda, begitu juga Anda.
  5. Transfer Risiko.
    Anda minta kepada teman Anda yang membawakan seluruh paket tersebut.

Nah, sekarang kita coba praktekkan teori antisipasi risiko tersebut. Kita misalkan saja Anda ingin membeli rumah, tapi seperti rumah yang lain pada umumnya, rumah yang akan Anda beli memiliki risiko kebakaran. Untuk mengantisipasinya, maka pilihan-pilihan yang tersedia bagi Anda adalah:

  1. Mengontrak rumah saja, tidak usah membeli (menghindari risiko).
  2. Membeli rumah, dan menghadapi saja risiko tersebut, di mana Anda berharap agar risiko kebakaran tersebut tidak usah terjadi (menghadapi risiko).
  3. Menyediakan tabung pemadam kebakaran di rumah Anda (mengurangi risiko).
  4. Menyerahkan sebagian kerugian pada pihak lain apabila rumah Anda mengalami kebakaran (bagi risiko).
  5. Menyerahkan seluruh kerugian pada pihak lain apabila rumah Anda mengalami kebakaran (transfer risiko).
Pilihan keempat dan kelima diatas itulah yang kita kenal dengan asuransi. Artinya, asuransi bisa menjadi pihak yang Anda serahi kerugian apabila Anda mengalami suatu risiko.


MENGAMBIL KEPUTUSAN

Setelah Anda mengetahui pilihan-pilihan apa saja yang tersedia bagi Anda untuk mengantisipasi risiko, maka langkah Anda selanjutnya adalah dengan menulis risiko-risiko apa saja yang mungkin terjadi pada Anda, serta pilihan apa yang akan Anda gunakan untuk mengantisipasinya. Di bawah ini adalah langkah-langkahnya:

1. Kenali risiko Anda
2. Evaluasi akibatnya apabila risiko itu terjadi.
3. Ambil keputusan tentang pilihan apa yang akan Anda gunakan untuk mengantisipasi risiko tersebut

Sebagai contoh, risiko yang mungkin terjadi pada diri Anda adalah kematian, kecelakaan, sakit, musibah atas kendaraan, musibah atas mobil, PHK, dan tidak bisa bekerja. Karena itu,
Langkah-langkahnya adalah
1.Kenali risiko Anda: Kematian
2.Evaluasi akibatnya: Biaya hidup keluarga yang Anda tinggalkan tidak akan terbayar
3.Ambil keputusan:
  • Menghindari Risiko: Dalam hal ini tidak mungkin menghindari risiko kematian.
  • Menghadapi Risiko: Bisa saja, dengan konsekuensi bahwa biaya hidup keluarga tidak akan terbayar
  • Mengurangi Risiko: Risiko kematian tidak bisa dikurangi
  • Bagi risiko: Menyerahkan sebagian pembiayaan hidup keluarga Anda pada pihak lain apabila Anda  meninggal dunia
  • Transfer risiko: Menyerahkan seluruh pembiayaan hidup keluarga Anda pada pihak lain apabila Anda meninggal dunia.
    Terserah pada Anda, putusan mana yang hendak diambil.
    Setelah Anda mengambil keputusan untuk satu risiko, maka ulangi langkah tersebut untuk risiko yang berikutnya (semisal kecelakaan). Begitu seterusnya. Maka sekarang Anda sudah memiliki program antisipasi risiko untuk keluarga Anda.

    Dikutip dari Tabloid Nova No. 639/XIII

    Bagaimana Klaim Meninggal Dunia Asuransi Jiwa Individu ?



    Tak jarang nasabah dan calon nasabah menanyakan mengenai proses klaim asuransi jiwa di Allianz,  ini dia jawabannya :

    Dimana saya dapat memperoleh formulir klaim?

    Formulir klaim bisa didapat di web Allianz pada halaman download formulir klaim, atau nasabah juga bisa mendapatkan formulir nya dengan datang langsung ke Allianz center atau melalui agen yang telah nasabah percaya. 

    Berkas apa saja yang di perlukan?

       1. Polis Asli
       2. Kwitansi pembayaran Premi  terakhir
       3. Formulir Pengajuan Klaim Meninggal Dunia
       4. Surat Keterangan dokter tentang penyebab kematian
       5. Keterangan kesehatan yang lebih luas
       6. Surat Keterangan Meninggal Dunia dari Pamong Praja/Lurah
       7. Surat Keterangan Pemeriksaan Mayat/Kematian dari
           Rumah Sakit/Dinas Kesehatan
       8. Untuk Meninggal Dunia disebabkan oleh karena kecelakaan/
           Sebab Tidak Wajar:
               - Surat Keterangan dari Kepolisian / Police Report
               - Kliping Koran (jika ada) / Newspaper Clippng (if any)
       9. Foto Copy Identitas “Yang Ditunjuk” untuk menerima Manfaat
           Pertanggungan
       10. Foto Copy Identitas Tertanggung
       11. Formulir Nomor Rekening Bank
       12. Surat Kuasa Pemaparan Isi Rekam Medik

    Ketentuan

    > Semua pertanyaan pada Formulir Klaim & Surat Keterangan Dokter
       harus diisi dengan benar, lengkap dan jelas tanpa pembebanan
       kepada PT. Asuransi Allianz Life Indonesia.
    > Dokumen & Hasil-hasil pemeriksaan penunjang, wajib dilampirkan.
    > Pengajuan klaim dan pembayaran manfaat tidak dikenakan biaya
       apapun, kecuali yang termasuk dalam ketentuan polis.
    > Berkas yang diajukan harus dokumen asli / legalisir oleh pihak yang
       berwenang / legalisir oleh Staf Klaim Kantor Pusat.

    Kemanakah harus mengirimkan klaim dan seluruh dokumen pendukungnya?

    Nasabah dapat langsung datang ke Allianz Center untuk menyerahkan berkasnya atau dapat di bantu oleh agen yang telah nasabah percayakan.


       


       

    Prioritaskan Menabung



    Menabung adalah bentuk investasi yang sudah diajarkan sejak kita masih kecil. Inilah investasi yang tak lekang oleh waktu. Sampai sekarang, jenis investasi ini masih diandalkan. Hanya saja, sekarang ini banyak yang tak bisa menabung meski penghasilannya cukup besar.

    Untuk bisa menabung, tentu saja prinsip dasarnya pemasukan lebih besar dari pengeluaran. Jika selama ini hampir tidak menyisakan uang buat ditabung, maka solusinya hanya dua: menambah penghasilan atau mengurangi pengeluaran. Jika menambah penghasilan tidak memungkinkan (sebagai karyawan misalnya), maka tinggal satu jalan. Ya, mengurangi pengeluaran. Bisa saja kita menyanggah, "Apa yang harus dikurangi?"

    Oke, mari kita kupas soal pos pengeluaran ini. Ada empat pos berdasarkan skala prioritas. 

    Prioritas Pertama, kewajiban berderma atau kewajiban terhadap orang lain. Dalam Islam, misalnya, dikenal dengan zakat. Inilah pos pertama yang harus dibayarkan terlebih dahulu begitu menerima gaji atau penghasilan. Namun, bagi yang merasa belum mampu karena penghasilannya belum stabil, yang bersangkutan tidak dikenai kewajiban berzakat.

    Prioritas kedua, kewajiban terhadap pihak ketiga, yaitu cicilan utang kita, semisal kartu kredit, cicilan mobil atau rumah. Agar tidak membebani anggaran rumah tangga, kewajiban ini total semuanya sebaiknya tidak melebihi 30% dari penghasilan bulanan.

    Prioritas ketiga, pengeluaran yang manfaatnya diraih di masa depan. Seperti tabungan dan membayar premi asuransi. Pos tabungan ini untuk mengatasi pengeluaran yang tidak terduga dan tidak terencana seperti menderita sakit yang butuh biaya pengobatan. Jadi, semacam dana taktis atau dana cadangan. Besarnya minimal tiga kali pengeluaran per bulan. Besaran ini semakin banyak bila keuangan kita belum stabil, bisa enam kali. Jika saat ini Anda sudah memiliki sejumlah dana tertentu sesuai kebutuhan dengan kebutuhan jumlah minimal dana cadangan, maka pisahkan dana ini ke dalam sebuah rekening tersendiri. Jika sama sekali tidak memiliki simpanan uang tunai, segeralah berusaha menyisihkan minimal 10% secara rutin setiap bulannya dari gaji atau penghasilan.

    Prioritas terakhir, pemenuhan kebutuhan saat ini. Salah satunya belanja kebutuhan sehari-hari. Jadi pertanyaan, mengapa justru kebutuhan sehari-hari ini ditaruh sebagai prioritas terakhir? Soalnya, tiga prioritas sebelumnya punya konsekuensi besar. Misalnya saja soal kewajiban terhadap pihak ketiga. Jika tidak dilakukan, semisal menunggak pembayaran, kita terkena konsekuensi membayar bunga sekaligus denda. Hal serupa juga terjadi bila kita tidak atau terlambat membayar premi asuransi. Seperti diketahui, tidak membayar premi asuransi satu kali saja berisiko apa yang sudah kita bayar sebelumnya akan hangus.

    Belanja untuk memenuhi kebutuhan saat ini bisa lebih fleksibel. Artinya, kita bisa leluasa melihat mana saja pos pengeluaran yang bisa dikurangi. Misalnya, penggunaan listrik atau air dibuat lebih efisien. Anggaran pembelian asesoris terutama bagi wanita bekerja dikurangi. Juga anggaran untuk menunjang hobi dipangkas. Lalu anggaran belanja makanan bisa ditekan dengan cara mengubah menu hidangan menjadi lebih sederhana.

    Begitu juga dengan anggaran transportasi, kita bisa mengubah polanya. Misalnya, kalau dulu ke kantor naik mobil pribadi setiap hari, sekarang gunakan hanya ketika hujan. Di saat hari cerah, kita bisa menggunakan transportasi umum atau nebeng, tentunya dengan membayar sejumlah ongkos tertentu. Pakailah mobil pribadi hanya di hari Sabtu dan Minggu ketika berekreasi dengan keluarga, menghadiri resepsi perkawinan, dan sebagainya.

    Sumber: Intisari Family Financial Planning
    author : Agus Sur
    Wednesday, 26 January 2011 - 02:15 pm

    KETIKA ORANG TUA TIDAK DIBERI UMUR PANJANG




    Berita-berita tentang bencana sering menghiasi media massa kita. Langsung maupun tidak, berita ini membuat orang sadar pentingnya menjaga harta yang sudah Anda miliki dan kumpulkan bertahun-tahun dari kemungkinan terjadinya bencana.

    Tapi sebenarnya bukan hanya harta saja yang harus dijaga. Yang tak kalah penting, agar jangan sampai anak-anak "kerepotan" karena orang tua mereka tak diberi umur panjang. Tentu, tak ada yang mengharapkan. Tapi umur seseorang, siapa, sih yang tahu. Nah, itu pentingnya menyiapkan masa depan untuk anak-anak. Jadi mereka tetap bisa hidup dan sekolah walau orang tua sudah meninggal. Caranya?
    1. Ajari Anak Anda Mengelola Keuangan

      Berapa pun harta yang Anda miliki jika tidak dikelola dengan baik, maka akan cepat habis. Itu sebabnya, sedini mungkin anak-anak sudah diajarkan bagaimana mengelola keuangan. Misalnya, bagaimana berbelanja secara bijak, bagaimana menyisihkan uang untuk ditabung atau bagaimana melakukan penghematan di sejumlah pengeluaran yang biasa mereka lakukan sehari-hari.

      Dengan modal ilmu yang Anda ajarkan, anak-anak akan bisa mengelola harta yang Anda tinggalkan dengan baik. Bahkan mungkin mereka justru bisa mengembangkan, tentu sesuai dengan umur Anak. Jadi tak hanya untuk menghidupi diri sendiri, harta yang Anda tinggalkan, juga bisa untuk modal mereka untuk masa depannya.

    2. Ambil Asuransi Jiwa   

      Asuransi Jiwa itu penting lho. Dengan mengambil Asuransi Jiwa, maka kalaupun Anda tidak diberi umur panjang, pasangan dan anak-anak Anda akan memiliki sejumlah dana yang bisa mereka gunakan untuk membiayai hidupnya selama beberapa tahun ke depan.

      Jangan salah, masih banyak orang yang menganggap bahwa Asuransi Jiwa itu sama dengan menentang takdir Tuhan. Katanya, mengambil Asuransi Jiwa berarti kita berusaha menunda kematian. Mengambil Asuransi Jiwa berarti kita tidak mencegah kematian, tapi berjaga-jaga supaya orang-orang yang Anda tinggalkan bisa tetap membiayai sendiri hidupnya sepeninggal Anda. Itu maksudnya Asuransi Jiwa. Jadi, jangan lagi ada salah paham tentang fungsi asuransi jiwa, karena kalau kita mau jujur, justru Asuransi Jiwa itu bisa sangat berguna lho.

    3. Proteksi dalam Persiapan Dana Pendidikan Anak Anda   

      Hal ketiga yang harus Anda lakukan adalah dengan menyiapkan dana pendidikan untuk anak-anak Anda sejak dini. Entah itu melalui Asuransi Pendidikan, Tabungan Pendidikan, atau dalam bentuk lain seperti emas, reksadana atau tanah.

      Yang paling penting, kalau persiapan dana pendidikan tersebut dilakukan dalam bentuk menabung bulanan yang diambil dari penghasilan yang dihasilkan karena bekerja secara fisik (seperti karyawan misalnya), maka penting sekali bagi Anda untuk memiliki proteksi dalam persiapan dana pendidikan anak Anda.

      Proteksi ini penting karena jangan sampai karena Anda meninggal dunia, gaji Anda lalu berhenti sehingga menabung bulanan yang Anda lakukan menjadi berhenti juga. Sayang kan? Karena itu, untuk berjaga-jaga bila Anda meninggal dunia, maka milikilah proteksi dalam persiapan dana pendidikan anak Anda.

      Ingatlah bahwa bagi banyak yatim piatu, pendidikan formal seringkali bisa menjadi penyemangat bagi mereka untuk bisa membuktikan kepada orangtua yang sudah meninggal bahwa mereka bisa berprestasi walaupun orangtuanya sudah tidak ada. Jadi, siapkan dana pendidikan anak-anak Anda sejak dini, dan miliki proteksi dalam persiapan dana pendidikan tersebut, sehingga kalaupun Anda mengalami kematian dini, anak-anak Anda masih bisa terus sekolah. Bukan begitu?
    Itulah tiga langkah yang harus orang tua bila Anda ingin berjaga-jaga jika tak diberi umur panjang. Ingat kematian itu bisa terjadi karena sebab apapun juga, termasuk karena bencana alam atau musibah yang diakibatkan oleh manusia. Saran saya, dalam mengelola keuangan, jangan hanya memikirkan masa sekarang, tapi pikirkan juga apa yang akan terjadi kelak kalau Anda sudah tidak lagi ada di dunia ini. Tinggalkan sesuatu yang berarti untuk anak-anak, maka Anda akan dikenang oleh anak-anak Anda sebagai orangtua yang terus memiliki "peran" dalam hidup mereka walau Anda sudah tidak ada.

     
    Oleh: Safir Senduk
    Dikutip dari Tabloid NOVA No. 882/XVI

    Allianz at The Biggest Top 20 Global Public Listed Companies - Forbes Global 2000 for 2011




    Allianz menduduki urutan 20 perusahaan terkemuka dunia versi majalah Forbes, "The Forbes Global 2000"


    Sebagai informasi, dalam peringkat Forbes terbaru ini, Allianz menempati posisi teratas diantara perusahaan-perusahaan asuransi berskala dunia. Diantaranya, AIG (posisi ke 29), ING (posisi ke 39), AXA Group (posisi ke 48), China Life Insurance (posisi ke 68), Zurich Financial Services (posisi ke 79), MetLife (posisi ke 83), Generali Group (posisi ke 94), Sumitomo Mitsui Financial (posisi ke 96), Prudential (posisi ke 117).

    Forbes Global 2000 adalah daftar peringkat tahunan atas 2000 perusahaan yang terdaftar di bursa saham dunia yang dikeluarkan oleh majalah Forbes. Pemeringkatan tersebut disusun berdasarkan pada empat kriteria, yaitu, penjualan, laba, asset dan nilai pasar. Forbes Magazine adalah majalah berasal dari Amerika Serikat yang berkonsentrasi pada financial dan bisnis serta daftar-daftar perusahaan dan orang-orang terkemuka di dunia.


    Allianz, diseluruh dunia, dikenal dengan kinerja keuangan yang sangat kuat. Bersama dengan seluruh stakeholder, Allianz membangun komunitas keuangan terkuat di dunia.


    sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Forbes_Global_2000#2011_list
    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...